Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Lantas apa penyebab terjadinya kanker? Kepala Instalasi Pelayanan Terpadu RSUD Arifin Achmad RSUD Arifin Achmad, Dr. dr. Elmi Ridar, SpA, menjelaskan, faktor genetik, ada bakat, pos infeksi virus sampai lingkungan menjadi faktor terjadinya resiko kanker.

“Virus ini bangsa yang nakal, meninggalkan sesuatu jejak dan mengganggu sistem tubuh. Selain itu, faktor lingkungan dan pola hidup juga tidak bisa dipisahkan dari faktor terjadinya resiko kanker,” jelas Dr. Elmi.

Namun dari semua faktor resiko terjadinya kanker tersebut, mana yang bisa diminimalisir? Dr. Elmi menjelaskan, lingkungan dan pola hidup adalah faktor yang bisa dikurangi bahkan dihindari.

“Seperti tidak merokok, menjauhkan keluarga dari paparan asap rokok. Kemudian pola makanan juga harus dijaga, karena juga banyak makanan-makanan yang menjadi faktor terjadiya resiko kanker,” kata Dr. Elmi.

Disebutkan Dr. Elmi, negara dengan tingkat polusi udara yang rendah, angka masyarakat yang terkena kanker juga rendah. “Jadi faktor lingkungan seperti udara juga menentukan,” ulas Dr. Elmi.

Kemudian makanan. Makanan yang mengandung Karsiogenik harus dihindari, yakni zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat karaiogenik menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis.

Untuk itu, pesan Dr. Elmi, berangsurlah ke pola hidup sehat. “Rajin berolahraga, memperhatikan makanan, hingga tidur yang cukup,” imbaunya.

Kemudian langkah yang paling tepat selanjutnya melakukan deteksi dini dengan rutin memeriksakan kesehatan. “Jika ada sesuatu yang dirasakan tidak normal, segera periksakan diri. Deteksi dini jauh lebih baik,” kata Dr. Elmi. *



Leave a reply