Human immunodeficiency virus Humas Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Lantas bagaimana dengan si bayi yang akan lahir?

Bayi tidak akan tertular jika prosedur persalinan dilakukan dengan baik, lebih disarankan melalui caesar. Karena resiko penularan virus HIV ke bayi lebih tinggi pada saat persalinan.

“Karena itu penting bagi ibu hamil untuk melakukan tes HIV, agar virus HIV dapat terdeteksi lebih awal, sehingga program pencegahan HIV pun bisa dilakukan secepatnya,” kata Kepala Unit Pelayanan Khusus (UPK) RSUD Arifin Achmad, dr. Silvia Indriani.

Salah satunya memberikan Profilaksis Anti Retro Viral (ARV) pada bayi hingga enam minggu. “Setelah 18 bulan, baru dapat dilakukan pemeriksaan antibodi terhadap virus HIV. Jika pada usia 18 bulan diperiksa hasilnya negatif HIV, anak tersebut dinyatakan bebas dari infeksi HIV,” jelas dr. Silvia.

Namun kata dr. Silvia, dengan catatan si bayi tidak boleh disusui oleh si ibu. Ia menyarankan agar para ibu hamil atau penderita HIV tidak malu untuk memeriksakan diri ke VCT Puskesmas atau rumah sakit.

“Bisa juga datang ke RSUD Arifin Achmad untuk konsultasi serta penanganan lebih lanjut. Karena kita memiliki SDM yang kompeten untuk masalah ini,” jelas dr. Silvia. *



Leave a reply